Basilia Natural Kitchen Cafe and Dine di dirikan oleh Indriati Tri Kusumastuti yang membuat konsep cafe dengan menyediakan makanan yang sehat/ healthy food dan tidak ber msg.
Berawal dari kegemarannya memasak serta keinginan untuk menularkan gaya hidup sehat, maka diangkatlah konsep usaha makanan sehat ini. ”Ada kepuasaan tersendiri saat kita menjual sesuatu yang baik. Bukan hanya dari segi rasa, namun juga memperhatikan sisi kesehatan,” ujarnya
Salah satunya pemilihan komposisi makanan menggunakan bahan organik. ”Konsep makanan sehat juga memberikan dampak baik untuk lingkungan. Perilaku dan kondisi lingkungan yang kurang bersahabat memicu masyarakat rawan penyakit degeneratif,” katanya.
Indri mengakui, mengedukasi konsep makanan sehat kepada masyarakat membutuhkan perjalanan panjang. Kali pertama dibuka pada 2005 lalu, usahanya tersebut belum mendapat respons dari masyarakat. ”Saya buka resto ini pada 2005, saat itu masih sepi. Empat tahun berjalan, baru mulai ramai,” kenangnya.
Meski sistem di bisnis kulinernya tersebut telah berjalan, Indri masih tetap turun langsung ke lapangan. Mulai pemilihan bahan, memasak, hingga mengecek kualitas pelayanan. Ia menyadari bisnis kuliner tak hanya mengedepankan rasa, tapi juga pelayanan.
Berawal dari kegemarannya memasak serta keinginan untuk menularkan gaya hidup sehat, maka diangkatlah konsep usaha makanan sehat ini. ”Ada kepuasaan tersendiri saat kita menjual sesuatu yang baik. Bukan hanya dari segi rasa, namun juga memperhatikan sisi kesehatan,” ujarnya
Salah satunya pemilihan komposisi makanan menggunakan bahan organik. ”Konsep makanan sehat juga memberikan dampak baik untuk lingkungan. Perilaku dan kondisi lingkungan yang kurang bersahabat memicu masyarakat rawan penyakit degeneratif,” katanya.
Indri mengakui, mengedukasi konsep makanan sehat kepada masyarakat membutuhkan perjalanan panjang. Kali pertama dibuka pada 2005 lalu, usahanya tersebut belum mendapat respons dari masyarakat. ”Saya buka resto ini pada 2005, saat itu masih sepi. Empat tahun berjalan, baru mulai ramai,” kenangnya.
Meski sistem di bisnis kulinernya tersebut telah berjalan, Indri masih tetap turun langsung ke lapangan. Mulai pemilihan bahan, memasak, hingga mengecek kualitas pelayanan. Ia menyadari bisnis kuliner tak hanya mengedepankan rasa, tapi juga pelayanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar